|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 07 November 2009 |
|
NPK GRANUL ORGANIK Plus Mikroba dan TE SuburIn mengerti dan menyadari bahwa pertanian Indonesia setelah 40 tahun pembangunan menggunakan pupuk an-organik yang sistem dan aplikasinya tidak bijaksana, sehingga produksi tanaman terus menurun dan lahan menjadi marjinal, serta menurunnya C Organik tanah. NPK Granul Organik Plus Mikroba dan TE (NPKGO) suburIn sangat berperan penting dalam memperbaiki struktur dan meningkatkan kesuburan tanah. Fungsi bahan Organik yang utama adalah sebagai pembenah tanah (Amiliator) dan Generator mikroba tanah. NPK Organik Plus merupakan pupuk organik yang diperkaya hara makro dan mikro (TE), serta mikroba, sehingga bersifat produktif, menghemat dosis aplikasi, dan menyelamatkan kesuburan tanah, serta berbentuk granul agar mempermudah aplikasi, menghindari polusi debu dan mencegah kehilangan hara (hanyut atau menguap). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 14 Januari 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Web Master
|
|
Selasa, 09 September 2008 |
|
SEKILAS PERUSAHAAN Kesadaran akan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dimasa datang, telah mengilhami sejumlah insan kreatif dan profesional untuk berpikir dan menemukan solusi terbaik dalam mendukung upaya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di Indonesia. Dari tangan-tangan profesional dengan pengalaman berpuluh tahun tersebut lahirlah Saribumi Dewata Lestari. Motivasi pendirian Badan Usaha ini juga tidak terlepas dari keyakinan bahwa pupuk bentuk tablet akan menjadi model bahan pemupukan yang efisien bagi tanaman pertanian dan kehutanan masa depan. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 18 September 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
HET Pupuk Melonjak Tinggi |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Jumat, 18 September 2009 |
HET Pupuk Melonjak Tinggi Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi pada tahun 2010 terancam melonjak hingga 80 persen, jika pemerintah tidak menaikkan anggaran subsidi pada APBN. “Kalau tidak dinaikkan (subsidi) maka harga pupuk akan melonjak dari HET saat ini sekitar Rp1.200,00 perkilogram,” kata Sekretaris Menneg BUMN Said Didu, di Jakarta, Minggu.  |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 08 Januari 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 5 |